Musim dingin 2026 membawa momentum besar bagi dunia olahraga salju dan es, terutama dengan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina yang digelar Februari mendatang. Seluncur indah, ski alpen, hoki es, dan snowboard menjadi cabang paling populer tahun ini, dengan ski mountaineering hadir sebagai cabang baru yang mencuri perhatian. Popularitas ini bukan tanpa alasan; kombinasi aksi cepat, risiko tinggi, dan keindahan teknik membuat cabang-cabang tersebut selalu dinantikan penonton di seluruh dunia.

Minat terhadap olahraga musim dingin tidak hanya datang dari penonton di layar kaca. Semakin banyak orang mencoba langsung ke arena es maupun lereng ski, baik di destinasi wisata salju maupun arena indoor yang kini tersedia di berbagai kota besar. Tren ini membuat pertanyaan soal cabang mana yang paling diminati dan layak dicoba menjadi relevan bagi pemula maupun penggemar lama.
Cabang Apa yang Menarik Perhatian pada 2026?

Tahun ini, perhatian publik terpusat pada dua kelompok besar: olahraga di atas es dan olahraga di atas salju, dengan satu cabang baru yang menambah warna kompetisi. Seluncur indah dan hoki es tetap menjadi tontonan utama di arena indoor, sementara ski alpen dan snowboard mendominasi arena luar ruang di pegunungan.
Olahraga es: seluncur indah, hoki es, dan curling
Seluncur indah menarik penonton lewat kombinasi teknik, musik, dan ekspresi artistik yang jarang ditemukan di cabang lain. Hoki es menawarkan intensitas fisik dan kecepatan tinggi, menjadikannya favorit di negara-negara dengan tradisi musim dingin kuat seperti Kanada dan Rusia. Curling, meski terkesan santai, menuntut strategi dan presisi yang membuatnya punya basis penggemar setia, terutama di Skotlandia dan negara-negara Skandinavia.
Olahraga salju: ski alpen, snowboard, dan ski lintas alam
Ski alpen memikat penonton lewat kecepatan ekstrem di lereng curam, dengan kategori downhill menjadi nomor paling dipantau. Snowboard menambahkan unsur gaya bebas lewat kategori halfpipe dan slopestyle yang menampilkan trik udara spektakuler. Ski lintas alam menonjolkan daya tahan atlet, menguji stamina di jarak panjang melintasi medan bersalju.
Ski mountaineering sebagai cabang baru Olimpiade 2026
Ski mountaineering atau “skimo” resmi masuk sebagai cabang baru di Olimpiade Musim Dingin 2026. Cabang ini menggabungkan pendakian menggunakan ski khusus dengan turunan cepat, menuntut kombinasi kekuatan, teknik, dan navigasi medan pegunungan. Kehadirannya di Milano-Cortina menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar olahraga ekstrem yang mencari tontonan baru di luar cabang-cabang klasik.
Olahraga Mana yang Paling Cocok untuk Dicoba?
Ski alpen dan seluncur es menjadi pilihan paling ramah bagi pemula karena fasilitas latihannya tersedia luas, termasuk di arena indoor perkotaan. Seluncur es cocok bagi pemula yang ingin olahraga indoor tanpa tergantung cuaca, sementara ski alpen lebih pas bagi yang punya akses ke resor salju dan ingin merasakan sensasi kecepatan di alam terbuka.
Akses tempat latihan dan biaya awal
Arena seluncur es kini tersedia di banyak mal besar Jakarta, Bandung, dan Surabaya, membuat biaya awal relatif terjangkau. Sewa sepatu dan tiket masuk biasanya berkisar Rp100.000 hingga Rp200.000 per sesi. Ski alpen menuntut biaya lebih besar karena memerlukan perjalanan ke destinasi bersalju atau resor indoor seperti yang ada di Jepang, Korea Selatan, atau Eropa, dengan biaya sewa perlengkapan dan tiket lift yang bisa mencapai jutaan rupiah per hari.
| Aspek | Seluncur Es | Ski Alpen |
|---|---|---|
| Akses lokasi | Mudah, banyak arena indoor kota | Terbatas, perlu resor salju |
| Biaya awal | Rp100.000-200.000/sesi | Jutaan rupiah/hari |
| Tingkat kesulitan pemula | Sedang | Sedang-tinggi |
| Risiko cedera | Jatuh ringan, lecet | Jatuh keras, cedera lutut |
Tingkat kesulitan dan perlengkapan keselamatan
Seluncur es menuntut keseimbangan dasar yang bisa dikuasai dalam beberapa sesi latihan, dengan risiko cedera umumnya ringan seperti lecet atau memar. Perlengkapan wajib mencakup helm dan pelindung lutut bagi pemula.
Ski alpen memiliki kurva belajar lebih curam karena melibatkan kecepatan tinggi di lereng miring. Perlengkapan keselamatan mencakup helm, kacamata ski, serta sepatu dan pengikat (binding) yang terpasang benar untuk mencegah cedera lutut atau pergelangan kaki saat jatuh.
Kesimpulan
Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milano-Cortina mengangkat kembali popularitas seluncur indah, hoki es, ski alpen, dan snowboard, dengan ski mountaineering hadir sebagai cabang baru yang menyita perhatian. Bagi yang ingin mencoba langsung, seluncur es menawarkan akses lebih mudah dan biaya lebih terjangkau dibanding ski alpen yang memerlukan perjalanan ke destinasi bersalju. Pemilihan cabang yang tepat bergantung pada akses lokasi, anggaran, dan kesiapan menghadapi tingkat kesulitan masing-masing olahraga.
